Archive for the ‘SEMUA MATERI’ Category

Jawablah Pertanyaan Berikut dengan benar……..

1. Ditinjau dari asal katanya, biosfer terdiri dari dua kata yaitu . . . .

a. Bio dan spheira                                               d.  bios dan spheira

b. Bio dan sphere                                                 e.  bios dan sfera

c. Bio dan sfera

2. Biosfer merupakan tempat tinggal makhluk hidup yang meliputi . . .

a. Hidrosfer, litosfer, atmosfer                           d.  hidrosfer, geosfer, atmosfer

b. Atmosfer, geosfer, antroposfer                     e.  ekosistem, populasi, individu

c. Atmosfer, antroposfer, litosfer

3. Manusia melakukan penebangan dan reboisasi, merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan flora dan fauna yaitu factor . . . .

a. Abiotik                                                            d.  relief

b. Biotic                                                              e.  klimatik

c. Edafik

4. Faktor-faktor abiotik yang dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna . . .

a. Curah hujan, vegetasi, angin                           d.  iklim, tanah, relief

b. Garis lintang, garis bujur                                 e.  manusia, hewan, tumbuhan

c. Air, iklim, garis lintang

5. Hewan endemik  Cina yaitu panda merupakan contoh hewan khas tipe . . .

a. Paleartik                                                          d.  neartik

b. Oriental                                                           e.  neotropik

c. Ethiopian

6. Contoh hewan khas paleartik adalah . . .

a. Kakaktua, kasuari, kangguru                          d.  caribou, bison, badak

b. Gorilla, jerapah, harimau                                 e.  beruang kutub, kucing kutub, panda

c. Tapir, armadillo, trenggiling

7. Gambar di bawah ini termasuk tipe hewan wilyah. . . . .

a. Neotropik

b. Neartik

c. Paleartik

d. oriental

e. ethiopian

8. Kawasan yang meliputi Amerika Utara, Greenland merupakan kawasan pembagian hewan tipe . . .

a. Paleartik                                                          d.  oriental

b. Neotropik                                                        e.  Australian

c. Neartik

9. Pada peta dibawah ini, wilayah yang berwarna hijau termasuk ke dalam pembagian fauna di dunia wilayah. . . . . .

a. neotropik                  d. ethiopian

b. neratik                      e. oriental

c. paleartik

10. Pembagian wilayah hewan tipe neotropik meliputi wilayah . . .

a. Eropa, Asia Timur                                            d.  Afrika, sebagian Arab

b. Asia Selatan, Asia Tenggara                           e.  Australia dan sekitarnya

c. Amerika Tengah, Amerika Selatan

11. Tumbuhan yang berada di daerah 4 musim dengan ciri warna daun coklat keemasan dan meranggas pada musim hujan adalah ciri dari bioma . . .

a. Hutan hujan tropis                                          d.  tundra

b. Hutan gugur                                                     e.  gurun

c. Taiga

12. Jenis tumbuhan konifer dengan daun seperti jarum adalah ciri khas dari bioma . . .

a. Sabana                                                             d.  taiga

b. Hutan hujan tropis                                        e.  tundra

c. Hutan gugur

13. Ciri dari bioma hutan hujan tropis adalah . . .

a. Tumbuh di daerah 4 musim, daun meranggas pada musim dingin

b. Curah hujan sangat rendah, tanaman berupa kaktus

c. Curah hujan tinggi, daun lebat

d. Tumbuh di iklim dingin, berupa lumut

e. Tumbuh di daerah subtropika, daun seperti jarum

14. Yang termasuk hewan tipe peralihan adalah sebagai berikut . . .

a. Cendrawasih, koala, burung kasuari               d.  anoa, burung maleo, komodo

b. Harimau, badak, gajah                                          e.  anoa, komodo, badak

c. Anoa, jerapah, orang utan

15. Pembagian hewan di Indonesia antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian Tengah dibatasi oleh garis . . .

a. Webber                                                            d.  lintang

b. Wallace                                                           e.  meridian

c. Equator

16. Burung Kasuari merupakan hewan tipe . . .

a. Peralihan                                                        d.  papua

b. Asiatis                                                             e.  wilayah tengah

c. Australis

17. Flora endemik yang dapat ditemui di daerah Papua adalah . . .

a. Matoa                                                              d.  raflesia

b. Eboni                                                               e.  kayu manis

c. Meranti

18. Jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Nusa Tenggara adalah . . .

a. Hutan hujan tropis                                        d.  hutan bakau

b. Hutan musin                                                    e.  sabana

c. Gurun

VIDEO

Posted: Januari 16, 2012 in SEMUA MATERI, VIDEO
Tag:

berikut adalah video-video berupa flora dan fauna yang ada dibelahan dunia.

Penangkaran Kangguru di Taman Nasional Wasur, Merauke

Hutan Hujan Tropika di Amazon, Brazil

Kehidupan Flora dan Fauna di Hutan Amazon, Brazil

PENYEBAB KEPUNAHAN HEWAN DAN TUMBUHAN

Hewan dan tumbuhan di dunia ini semakin hari semakin terdesak kehdupannya oleh bebrapa aktivitas manusia, perubahan iklim. sehingga, sedikit banyak terdapat hewan dan tumbuhan pun yang berkurang jumlahnya dan lambat tahun mengalami kepunahan,

Berikut beberapa penyebab kepunahan hewan dan tumbuhan:

1. Bencana Alam

Gempa yang dahsyat, tsunami, gunung meletus bisa mengurangi jumlah komunitas hewan dan tumbuhan. Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.

Kebakaran Hutan

Terbakarnya Hutan pada setiap musim kemarau baik yang terjadi secara alami maupun akibat aktivitas pembukaan lahan oleh manusia, sangat merusak habitat satwa liar tersebut. bahkan tak jarang satwa-satwa liar tersebut yang ikut mati terbakar.

Kebakaran Hutan

 2. Didesak Populasi Lain Yang Kuat

Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.

Singa (Panthera leo) memangsa zebra (Equus quagga)

3. Aktivitas Manusia

Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.

Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.

a. Perburuan Satwa Liar / Satwa Langka

Perburuan terhadap satwa liar sebenarnya telah dimulai dari jaman nenek moyang kita. Namun pada jaman itu nenek moyang kita berburu binatang untuk dikomsumsi. Berbeda dengan jaman sekarang, berburu binatang liar tujuan utamanya tidak lagi untuk di komsumsi, tapi untuk di ambil bagian tubuhnya untuk dibuat kerajinan seperti kerajinan kulit dan lain-lain. dan yang lebih parah lagi ada juga yang berburu satwa liar hanya untuk hobi.

 

 

 

 

 

 

 

b. Perdanganya Satwa Liar / Satwa Langka

Besarnya potensi keuntungan yang diperoleh dari perdangan satwa liar khusunya satwa langka telah mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan satwa. Semakin langka satwa tersebut maka harganya akan semakin mahal. Ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelestarian satwa liar terutama satwa-satwa yang sudah langka.

Perdagangan hewan langka kakatua jambul kuning (Cacatua galerita)

c. Pembalakan Hutan

Hutan merupakan tempat tinggal (habitat alami) bagi sebagian besar satwa liar, khusunya di daerah tropis seperti Indonesia. Tingginya aktivitas pemalakan hutan (pembalakan liar) yan terjadi, telah menggangu dan merusak serta menghilangkan habitat para satwa liar tersebut.

Pembalakan liar/ilegal logging

Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)

c. Pembangunan Pemukiman

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin sempitnya lahan pemukiman yang tersedia maka sebagai konsekuensinya hutanlah satu-satunya pilihan untuk disulap menjadi pemukiman. dengan begitu satwa liar akan semakin tergusur dan terdesak dari habitatnya.

UPAYA PELESTARIAN HEWAN DAN TUMBUHAN

Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :

1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya. contoh suaka margastwa Muara Angke.

 

 

 

 

 

 

 

2. Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dsb.

3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Hutan Wisata Punti Kayu di Sumsel                                                                                                                         Hutan Wisata Malino,Kab. Gowa – Sulsel

4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dll.

5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.

6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

Tabel. Beberapa Taman Nasional, suaka alam dan suaka margasatwa di Indonesia.

Sumber: http://belajar.kemdiknas.go.id

Berikut adalah video tentang kondisi flora dan fauna di Indonesia oleh Dr. Rahmat Shah

Posted: November 2, 2011 in SEMUA MATERI, USAHA PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA

Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :

1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya.
contoh suaka margasatwa:
– Muara angke di Jakarta Utara
-Paliyan di Gunung Kidul, DIY
-Cikepuh di Sukabumi, Jabar
-Bukit Batu di Bengkalis, Riau
-Lamandau di  Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta Utara

 

 

2. Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dsb.

3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.

4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dll.

5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.

6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

Tabel. Beberapa Taman Nasional, suaka alam dan suaka margasatwa di Indonesia.

Sumber: http://belajar.kemdiknas.go.id

Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah Sebagai berikut :


Peta pembagian garis Wallacea dengan Weber

    • Garis Wallace membatasi Fauna Asiatis dengan Fauna Peralihan
    • Garis Weber membatasi Fauna Australis dengan Fauna Peralihan.

1. Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah (Elepahas maximus sumatranus), harimau (Panthera tigris), badak (Rhinoceros sondaicus), beruang (Helarctos malayanus), orang utan (Pongo phygmaeus).

Fauna endemik di daerah ini adalah, badak bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Nias (Gracula religiosa robusta) di Kabupaten Nias, Bekantan/Kera Belanda (Nasalis larvatus) dan Orang Utan di Kalimantan (Pongo phygmaeus) . Dapatkah Anda menyebutkan fauna Asiatis lainnya?

harimau (Panthera tigris)

               

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus)

 

Bekantan  (Nasalis larvatus)

Orang utan  (Pongo phygmaeus)

2.Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti burung kasuari (Casuarius casuarius), cendrawasih (Paradisaea rudolphi), kakatua (Cacatua moluccensis).

Burung Kasuari  (Casuarius casuarius)

Burung Cenderawasih  (Paradisaea rudolphi)

3. Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara.

hewan yang ada di daerah peralihan ini sering disebut sebagai hewan asli Indonesia dan merupakan hewan endemik yang tidak dapat ditemui di negara lain.
Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti  komodo (Varanus komodosiensis), babi rusa (Babyrousa babirussa), anoa daratan (Bubalus depressicornis) dan burung maleo (Macrocephalon maleo).

komodo (Varanus komodosiensis)

Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

anoa  (Bubalus depressicornis)

Babi Rusa (Babyrousa babirussa)

Persebaran flora di Indonesia terbentuk karena adanya peristiwa geologis yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu, yaitu pada masa pencairan es (zaman glasial). Pada saat itu terjadi pencairan es secara besar-besaran yang menyebabkan naiknya permukaan air laut di bumi, hal ini menyebabkan beberapa wilayah yang dangkal kemudian menjadi tenggelam oleh air laut dan membentuk wilayah perairan yang baru.

Beberapa wilayah perairan baru di sekitar Indonesia yang terbentuk pada masa berakhirnya zaman glasial itu adalah Laut Jawa yang terdapat di daerah Dangkalan Sunda dan Laut Arafuru yang terdapat di daerah Dangkalan Sahul. Terbentuknya perairan baru di daerah dangkalan tersebut menyebakan flora yang semula dapat dengan bebas bermigrasi akhirnya terhambat oleh perubahan kondisi geologis.

Lebih dari 10% dari flora di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Bahkan terdapat jenis flora yang sifatnya endemik, artinya flora ini hanya terdapat di daerah tertentu.

Misal:

Matoa (Pometia pinnata) di Papua
Eboni/Kayu hitam (Dyospyros Celebica) di sulawesi Tengah
Meranti (Shorea sp) di Kalimantan Timur
Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) di Sumatera, Jawa, Kalimantan

Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi hutan hujan tropis, hutan musim, hutan bakau dan sabana tropis.

1. Hutan hujan tropis

Hutan tropis di Manokwari, Papua

Hutan ini kaya akan berbagai flora dengan ketinggian mencapai 50 m dengan keadaan dibawahnya gelap. variasi flora yang banyak menjadikan hutan ini sebagai hutan heterogen.

Hutan hujan tropis tersebar di Sumatera, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

2. Hutan musim

Hutan Jati

Hutan musim dogolongkan menjadi 2, yaitu:
hutan musim gugur, berada di ketinggian 800 m
hutan musim selalu hujan, berada di ketinggian > 1.200 m
Hutan musim tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara. hutan musim di Indonesia biasanya berupa hutan pinus (Pinus merkusii), hutan jati (Tectona grandis).

3. Hutan Bakau (Mangrove)

Hutan Bakau

hutan mangrove mempunyai pengertian sebagai hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh:
1) tidak terpengaruh iklim;
2) dipengaruhi pasang surut;
3) tanah tergenang air laut;
4) tanah rendah pantai;
5) hutan tidak mempunyai struktur tajuk;
6) jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.)

4. Sabana Tropis

Berupa padang rumput dengan daerah persebarannya di Nusa Tenggara.

Padang sabana di Sumbawa

Persebaran flora di wilayah Indonesia itu sendiri terbagi ke dalam 4 kelompok besar wilayah flora Indonesia, yaitu :

1. Wilayah Flora Sumatra-Kalimantan

Tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kep. Riau, Natuna, Batam, Buton dll). sebagian besar merupakan wilayah hutan hujan tropis.

Pohon Meranti (Shorea sp)

Beberapa jenis flora khas daerah ini adalah tumbuhan meranti, berbagai epifit seperti anggrek (Orcidaceae), berbagai jenis lumut (Bryophyta), jamur dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka adalah Bunga Bangkai  (Amorphopalus titanum) atau Raflesia Arnoldi yang penyebarannya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dimulai dari Aceh sampai Lampung. Bunga Bangkai juga dapat ditemui di Pulau Jawa dab Kalimantan.

Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) atau Bunga Raflesia Arnoldi

Bunga Anggrek (Orcidaceae)

2. Wilayah Flora Jawa-bali

Tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali dan kepulauan-kepulauan kecil disekitarnya (Kepulauan Seribu, Kep. Karimunjawa).

Kawasan hutan tropis sebagian besar berada di Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa Timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas dan menggugurkan daunnya saat musim kemarau. jenis flora khas hutan musim tropis adalah pohon jati.

Contoh flora khas yang tumbuh adalah pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)

pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)

pohon Jati (Tectona grandis) meranggas

3. Wilayah Flora Kepulauan Wallacea

Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembaban yang lebih rebdah dibandingkan wilayah-wilayah Indonesia lainnya.Contoh flora yang tumuh adalah pohon Sagu (Metroxylon sago)

Corak vegetasi yang terdapat pada kepulauan Wallacea meliputi:

a. Vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara.
b. Vegetasi hutan pegunungan yang berada di wilayah pegunungan di Sulawesi.
c. Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari (Canarium commune), kayu eboni (Diospyros celebica), dan lontar (Borassus flabelifer) sebagai tanaman khas di daerah ini.

 
Buah Pala (Myristica fragrans)                      Pohon Lontar (Borassus flabelifer)

Pohon Pala (Myristica fragrans)

Pohon eboni (Diospyros celebica)

4. Wilayah Flora Papua

Kondisi ilkim Papua sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis.  Berbeda dengan wilayah barat, vegetasi ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia utara. Meliputi wilayah pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara lain hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang,
hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, lumut kerak.

Jenis-jenis flora yang ada dalam kawasan antara lain Nypa fructicans, Rhizophora apiculata, Terminalia canaliculata, Nauclea coadunata, Casuarina equisetifolia, Calophyllum inophyllum, Ficu, Podocarpus, Symplocos cochinchinensis, Rhododendron culminicolum, Poanicicola dan lain-lain.

Contoh Flora Khas tumbuhan ini adalah tanaman sagu  (Metroxylon sagu) dan Eucalyptus (ekaliptus), sama dengan jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Queensland Australia Utara.

Eucalyptus Alba

tanaman sagu  (Metroxylon sagu)

Bioma Stepa (Padang Rumput) terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika yang curah hujannya tidak cukup untuk perkembangan hutan.

Ciri-cirinya:

  1. Merupakan padang rumput yang berilkim sedang
  2. Banyak terdapat di daerah Eropa timur, Amerika utara, Asia barat, dan Afrika
  3. Vegetasi rumput yang luas
  4. Suhu 19 derajat – 30 derajat saat musim panas, 12 derajat – 20 derajat saat musim dingin
  5. Curah hujan tidak teratur, antara 250 – 500 mm/tahun
  6. Adanya jenis rumput yang tingginya mencapai 3,5 m

Perbedaan yang cukup antara Stepa dengan Sabana adalah :

stepa terdiri dari rumput-rumput pendek yang diselingi oleh semak belukar.

sedangkan sabana merupakan padang rumput yang dselingi oleh pohon-pohon tinggi.

Wilayah persebaran bioma Stepa meliputi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian barat, Argentina dan Australia.

akasia-semak-belukarakasia                                          semak belukar

stepaBioma Stepa : Padang rumput tanpa diselingi kumpulan pepohonan

Bioma Padang rumput yang ditumbuhi semak belukar